Hari ini saya diundang oleh teman-teman dari Indonesia Mengajar untuk berbuka puasa bersama. Bagi teman-teman yang belum mengenal mereka, silahkan baca dengan lengkap di sini.

Dalam perjalanan panjang dan macet menuju ke sana, saya kembali merasa bersyukur bahwa saya masih dianggap bagian dari gerakan ini. Sejak perjalanan saya ke Halmahera, saya seperti menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang penuh dengan pribadi-pribadi unik dan teladan-teladan inspiratif dalam melakukan sesuatu untuk pembangunan negeri ini.

Mas Anies Baswedan, pengagas, semangat dan pemimpin dari gerakan ini adalah seorang negarawan yang sungguh saya kagumi. Saya salah satu dari begitu banyak orang yang berharap beliau bisa memimpin bangsa ini suatu hari nanti.

Suatu hari ya Pak πŸ™‚

Sambil menunggu waktu berbuka, kami berkumpul di ruang tengah sambil mendengarkan Pak Anies menyampaikan satu dua patah kata. Beliau berkata bahwa ini adalah kali pertama Indonesia Mengajar berbuka puasa bersama dengan para Pengajar Muda, karena tahun lalu belum ada angkatan yang selesai bertugas dan kembali ke Jakarta, sehingga acara berbuka bersama hanya dihadiri para staf kantor.

Beliau juga menyampaikan kegembiraannya bahwa para relawan dan teman-teman gerakan ini bisa hadir di sini. Saya, dengan bangganya, termasuk dalam nama-nama yang disebut Mas Anies. Juga disebut, teman baik saya Rene Suhardono yang berdiri di sebelah saya.

Tiba-tiba beliau mulai membagikan piagam-piagam ini kepada para relawan, selembar kertas dengan tulisan apik yang dibingkai kayu putih dan kaca.

Nah loh.

Sebelum saya sempat sisiran, nama saya dipanggil.

Saya sungguh merasa terhormat, berdiri di sana, berjabat tangan dengan Mas Anies, diucapkan terima kasih tentang apa yang saya sudah lakukan untuk gerakan ini. Sambil manggut-manggut, saya berpikir, “Apa yah yang sudah saya lakukan?” πŸ™‚

It’s so beautiful when I came home I shot it right away in the studio

Kata-kata yang tertulis di selembar kertas itu:

– – – – –

Indonesia Mengajar

Piagam Titi Akar
01/SFP/IM/VII/2012

SD 04 Titi Akar terletak di Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau. Hutan Samak adalah daerah yang secara geografis terisolasi. Satu-satunya jalan untuk keluar dari Hutan Samak adalah menyeberang selat menuju ke Desa Titi Akar. Mayoritas masyarakat Hutan Samak adalah Suku Akit, suku yang dipersepsikan terbelakang dan senantiasa menjadi simbol segala sesuatu yang negatif. Namun di desa kecil itulah, Pengajar Muda disambut hangat oleh tangan-tangan baik warga Suku Akit yang menaruh harap pada masa depan yang lebih baik.

– – – – –

Bagian di bawah ini dibacakan oleh Mas Anies, dan mendengarnya membuat hati saya bergetar dan mata saya berkaca-kaca:

– – – – –

Melalui piagam ini kami bersaksi bahwa Edward Suhadi telah membuktikan pengabdian pada kemajuan pendidikan Indonesia lewat dukungan penuh ketulusan pada Gerakan Indonesia Mengajar. Melalui piagam ini pula kami berdoa agar yang bersangkutan hidupnya selalu penuh isi, penuh arti, penuh bakti pada Tuhan, tanah air dan kemanusiaan.

Jakarta, 26 Juli 2012
Kami yang bersaksi dan berdoa,
Gerakan Indonesia Mengajar

(tanda tangan)
Anies Baswedan

– – – – –

Wow.

Saya jujur tidak pernah begitu perduli dengan acara-acara seremonial: pak bupati salaman sama pak siapa, piagam dipegang bersama, lalu senyum ke kamera, jepret-jepret, selesai terus makan lontong.

Namun ini beda.

Institusi yang membuatnya berbeda: saya melihat dan mengalami sendiri hal-hal sulit, namun hal-hal baik yang mereka lakukan.

Pemimpin yang memberikannya ke saya berbeda: Seorang pemimpin yang lebih dari layak, yang gulung tangan dan turun ke genangan.

Kata-kata yang digunakan berbeda: Ditulis bukan dengan bahasa formalitas, namun sungguh saya dengar diucapkan sebagai sebuah doa. “…hidupnya selalu penuh isi, penuh arti, penuh bakti…” I like that *A LOT* πŸ™‚

. . .

Yang paling membuat saya terhenyak adalah kata-kata terakhirnya:

Kami yang bersaksi dan berdoa,
Gerakan Indonesia Mengajar,
Anies Baswedan”

Seperti ini loh rasanya: Ratusan orang dari gerakan ini maju dan menaruh tangannya di pundak saya sambil berkata kepada mereka yang membaca piagam ini: “Kami kenal dia. Kami saksi bahwa dia melakukan semua itu.”

Berat bok.

Tapi hal inilah yang membuat saya belajar banyak dalam hidup ini: Saat kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri. Saat kita punya tanggung-jawab. Saat kita membawa nama teman yang merekomendasikan kita. Saat kita membawa nama baik keluarga dan membawa harapan dari orang-orang yang kita pimpin.

Jika Anda seperti saya, maka untuk setiap mereka yang sudah bersaksi tentang kita, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak membuat malu mereka. Setiap tindakan bodoh akan dipikirkan berulang-kali. Setiap tindakan egois akan ditimbang-timbang.

Semua hal besar dimulai ketika ada orang yang bersaksi untuk mereka.”

Dan buat mereka yang sudah bersaksi: Mereka tahu bahwa mereka mengambil resiko. “Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika orang ini tidak seperti yang saya saksikan?” Namun semua hal besar dimulai ketika ada orang yang bersaksi untuk mereka. Karyawan maju jika atasannya bersaksi bahwa dia mampu tangani proyek ini. Anak-anak maju ketika para orang-tua bersaksi bahwa mereka bisa lewati tantangan ini. Bisnis terjadi ketika ada teman-teman yang bisa bersaksi tentang karakter orang ini. Seorang pecandu akan punya kekuatan untuk pulih jika ada mereka yang percaya bahwa dia tidak akan memulai lagi.

Gerakan-gerakan maju ketika ada pemimpin yang walau tahu akan selalu ada resiko, namun tetap memasang badan dan bersaksi, “Saya tahu betul mereka.”

Untuk teman-teman Indonesia Mengajar dan Mas Anies: Saya yakin bahwa saya tidak layak menerima piagam ini, namun jika kalian sudah bersaksi tentang saya, maka saya akan mencoba sekuat tenaga saya untuk tidak membuat kalian malu.

Sungguh, sungguh,
Terima kasih,
Edward

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

4 thoughts on “Kami Bersaksi

  1. Edward Dan Francyt,kami mama Dan papa Andika pun turut bersaksi krn kami banyak tau cerita tentang keterlibatan anda dg Indonesia Mengajar. Sangat pantas anda menerima piagam itu. Selamat…selamat,kami turut bangga.Salam hangat dari Pekanbaru, mama dan papa Andika.

  2. thx bgt ya ko edward, lewat artikel ini membakar semangat saya untuk terus memberikan yang terbaik untuk Tuhan, tanah air dan orang2 disekitar saya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.. maju terus Gbu,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *