Kamu pasti tahu berita FBI menangkap 9 tokoh FIFA kan?

Badan sepakbola dunia ini memang sudah lama diisukan korup, dan kali ini mereka betul-betul diciduk dengan bukti-bukti kuat.

Bayangkan deh. FIFA gitu loh. Badan yang menaungi olahraga favorit milyaran warga dunia. Ada indikasi mereka sudah korup 20 tahun lamanya, memainkan uang sebesar 150 juta dolar, terima sogokan sana sini. Memalukan banget dan juga buat syok deh.

Tapi sewaktu saya melihat headline koran Kompas yang terbit esoknya, saya suka banget kata-kata yang dipakai:

01-asli

Yang diceritakan adalah kejadian yang sama, tapi pemilihan kata yang dipakai membuat kita jadi sadar bahwa kejadian yang memalukan ini sebetulnya bisa dilihat sebagai sebuah berita baik. “Yang korupsi dibersihin. Kita harusnya senang sekali dengan berita ini.”

Saya selalu berkata:

“How you say it is always more important than what you’re going to say.”

Pemilihan kata-kata kita bisa menimbulkan depresi, atau memberikan harapan. Menaruh pesimis atau membangun optimis. Membuat marah atau menumbuhkan malu. Memojokkan orang sehingga pahit atau memicu orang sehingga bangkit.

Kejadian yang sama. Tetapi yang tersampaikan ditentukan oleh cara kita melihat, cara kita memberitakan, dan cara kita berbicara.

Coba kalau koran terbesar di Asia Tenggara ini bukannya menulis headline seperti di atas tapi seperti yang di bawah ini, dan dibaca oleh satu bangsa Indonesia:

02

03

04

05

06

07

(okeh yang terakhir memang lebay)

Jika headline-headline ini yang dicetak, kesan yang tertinggal pada jutaan orang yang membacanya akan berbeda. Madesu. Bukan maderah.

Selalu lebih penting cara kamu mengucapkannya, daripada apa yang mau kamu ucapkan.

Bijaksanalah 😉

PS: Terima kasih koran Kompas!

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

One thought on “Selalu Tentang Cara Kamu Mengucapkan

  1. setuju kohhhh
    lebih enak baca bahasa yang adem,,dan otak kita jadi positive,,
    suka gereget sama berita-berita online,,
    selalu aja headlinenya kontroversial,,
    padahal isinya biasa aja,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *