Saya rada kurang cocok sama orang pintar.

Biasanya orang pintar merasa paling tahu, suka menggurui, merasa paling benar, dan kalaupun kita biarkan mereka berbicara, biasanya yang mereka ucapkan ternyata tidak terlalu pintar.

Ternyata begitu-begitu saja. Sudah sering dengar saya.

Biasanya enggak enak diajak kerja lagi, si orang pintar ini. Karena ya itu, merasa paling tahu dan paling benar tadi. Habis tenaga ini kalau kerja bersama mereka.

Diajak tukar pikiran juga mentok. Seringkali mereka merasa paling benar.

Saya sukanya orang ‘bodoh’.

Mereka yang dengar dulu baru bicara.

Mereka yang tau banget kalau mereka masih belum apa-apa dan masih banyak orang yang lebih hebat dari mereka.

Mereka yang haus akan pengetahuan baru, mau belajar, mau mencoba, mau ambil resiko untuk berbuat salah.

Solusi-solusi bodoh mereka akan masalah-masalah justru seringkali menghenyakkan orang-orang pintar.

Dan biasanya mereka ini pencapaiannya sudah buanyak banget, tapi mukanya masih planga-plongo. Cengengesan.

Saya suka yang begini.

Kepingin saya jadi begini.

Makanya tempat menulis baru ini saya beri nama Belajar Bodoh.

Saya mau diingatkan, walaupun saya makin hari pasti makin belajar banyak hal, supaya saya tetap bodoh.

Dan supaya saya banyak teman-teman bodoh juga yang bisa diajak buat banyak karya-karya yang menghenyakkan tadi itu.

Karya-karya yang nggak sesuai aturan ataupun panduan apalagi pengalaman.

Karya bodoh-bodohan deh pokoknya.

Saya mau belajar bodoh karena sering kali jawaban paling ampuh dari sebuah pertanyaan adalah jawaban yang kedengerannya paling bodoh.

Jawaban yang diketawakan oleh orang-orang pintar.

Nah, saya saat ini masih pinter. Masih merasa paling tahu. Merasa paling bisa.

Semoga semakin sering saya menulis di sini, saya pelan-pelan jadi semakin bodoh.

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

2 thoughts on “Kenapa Bukan Belajar Pintar?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *