Sejak kecil, saya senang sekali dengan iklan.

Entah kenapa.

Dari jaman saya SMP-SMA sepertinya, saya sudah membaca buku-buku kumpulan pemenang award iklan seperti The One Show.

Dulu itu liat iklan-iklan print bagus itu cuma di buku 🙂 Buat iklan TV, ada CD-nya di sampul belakang bukunya.

Maklum waktu itu belum ada internet mas.

Saya senang melihat gambar bagus, lalu ditempel dengan headline yang menarik, dan kemudian ditemani dengan tulisan yang hangat.

Satu lembar bidang itu bisa mengajak orang untuk berbuat sesuatu.

Baik itu membeli kecap, berhenti merokok, atau memilih calon presiden.

Mimpi saya itu menjadi tokoh yang diperankan Mel Gibson di sebuah film tahun 2000: What Women Want.

Dia ceritanya adalah seorang creative director di sebuah agency periklanan beken di New York.

Maklum lagi jaman itu belum ada Netflix, Mad Men, dan Don Draper.

Mata saya berbinar lihat keseharian si Mel.

Terima produk, dapet brief, dapet objective.

Lalu digodog, diterawang, dicari-cari, dipikir-pikir, sampai akhirnya jadi sebuah ide cemerlang dan jadi iklan yang keren.

Kampanye nasional untuk televisi dan print.

Bagai anak kecil saya seakan berteriak, “Aku mau jadi seperti dia!”

Jelas banget cita-cita saya, mungkin sejelas menjadi astronot, arsitek, dokter atau presiden bagi anak-anak lain.

Sepuluh tahun lebih saya memotret.

Saya pikir sampai saya tua saya akan terus jadi fotografer.

Tapi hati yang cinta dengan iklan ini sebetulnya tidak pernah mati.

Makanya dulu kita kalau desain iklan buat bisnis fotografi saya arahnya aneh-aneh, buat konsep foto aneh-aneh juga, nulis-nulis yang aneh-aneh juga. Tanya aja pasangan-pasangan yang saya foto.

Keadaan-keadaan yang ada, kesempatan-kesempatan yang diberikan, dan keputusan-keputusan yang diambil, akhirnya mengantar saya kepada hari ini.

Besok saya akan shooting iklan TV untuk kampanye nasional pertama saya.

Tentu semua Ceritera maksudnya, tapi ijinkan kali ini saya berkata ‘saya’, karena ini lagi mau cerita tentang cita-cita.

Untuk sebuah industri yang raksasa, untuk klien yang sangat dihormati di industri ini, bersama dengan orang-orang yang terbaik di bidangnya.

Saya belum bisa cerita banyak. Yang pasti….. Ah, sudah lah 🙂

Nanti kalau sudah keluar, saya baru bisa cerita banyak.

Lalu buat apa kamu menulis ini Ward? Biasanya ada konklusi, ada inspirasi?

Kali ini nggak ada sepertinya. Maaf ya?

Saya bisa ceritakan wejangan-wejangan, nasihat-nasihat yang mungkin bisa membawa teman-teman pembaca lebih dekat dengan cita-cita kalian.

Tapi itu di tulisan berikutnya ya? Sudah banyak di kepala.

Kali ini saya mau menulis hanya supaya saya ingat.

Bahwa malam ini, hati ini penuh syukur. Meluap-luap.

Syukur, karena saya di sini bukan karena kekuatan saya sendiri.

Haru, karena melihat benih yang ditabur selama ini mulai berbuah.

Bersemangat, karena tahu bahwa ini langkah pertama untuk sebuah perjalanan yang, semoga, membawa banyak kebaikan dan kebahagiaan buat banyak orang.

Saya juga percaya setelah ini, masih banyak sekali klien baik, pandai dan berani yang akan mau sama-sama membuat pekerjaan-pekerjaan yang bukan hanya ada gunanya, tapi juga membuat hidung kembang kempis karena bangga.

Saya tidak sabar ingin terus berkelana dan melihat dunia luas di luar sana.

Mungkin sama seperti si astronot yang sedang naik pesawat roket pertamanya, matanya berbinar-binar melihat ke angkasa.

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.
Name
Email *

7 thoughts on “Besok Saya Shooting Iklan TV Pertama Saya

  1. Saya gak kenal secara personal, tp Ko Ed idola saya. Liat tulisan” dan karya” Ko Ed bikin saya berani ambil keputusan beli kamera dan mencoba jadi fotografer. Yah, walopun msh blm berani terjun sepenuhnya. Hehe.. Dan baca tulisan ini jadi makin semangat! Sukses buat iklan pertamanya! Salam kenal. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *