Selalu berikan yang terbaik.

He? 

Pandangan yang sangat salah menurut saya tentang pekerjaan dan menjadi karyawan adalah ketika seseorang bekerja, dia merasa bahwa dia bekerja untuk orang itu, dan hidupnya tergantung oleh perusahaan itu.

Salah.

Menurut saya yang benar adalah kamu itu selalu bekerja untuk dirimu sendiri.

Dulu sekali ketika mendengar masalah-masalah pribadi yang menimpa karyawan-karyawan saya, saya sering merasa kasihan dan saya ingin menyelamatkan setiap mereka dari semua masalah mereka.

Ketika hal ini saya ceritakan kepada seorang teman, dia berkata, “Ingat, elu boleh bersimpati, tapi elu tidak bertanggung-jawab atas keseluruhan hidup mereka. Hidup mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri.

Mendengar itu untuk pertama kalinya, saya seperti terhentak: Betul juga.

I cannot be responsible for every single things in their lives, even though I love and I care deeply about them.

Mungkin kita bisa lihat sisi sebaliknya dari perkataan teman saya itu.

Bagaimana karirmu, bagaimana kamu menghargai waktu, bagaimana kamu berusaha memberikan 15 ketika diminta 10, bagaimana kamu menjadi team-player, bagaimana kamu bisa menjadi orang yang diandalkan, bagaimana handalnya kamu mencari solusi yang lebih elegan, bagaimana kamu peduli akan hasil pekerjaan kamu, semuanya itu tidak pernah tergantung kepada bos kamu dan perusahaan kamu.

Ketika bekerja, kamu sedang membangun karirmu sendiri.

Saya katakan ini bukan mengajak teman-teman untuk menjadi orang gue-sentris dan hanya memikirkan diri sendiri dan peduli amat soal perusahaan gue.

Bukan.

Tapi saya katakan ini untuk mengajak teman-teman tidak lagi berpikir “ih, gue kerja capek-capek gini, digaji kecil, ehhh.. kerjanya buat si brengsek lagi…” ketika sedang bekerja.

Ijinkan saya berbagi sebuah cara berpikir sederhana yang selalu digunakan oleh mereka yang karirnya terus naik.

Jikalau kamu bekerja betul (seperti “bagaimana-bagaimana” di atas tadi) maka kamu pasti akan bertambah secara nilai.

Nah jikalau bos kamu pintar dan bisa melihat ini, dia pasti akan memikirkan bagaimana mereward kamu: promosi, gaji, fasilitas, tanggung-jawab, recognition.

Jika bos kamu pintar, hal-hal ini sudah pasti terjadi. Pasti. Remember, I’m a boss almost all my life.

“Gua akan kerja sedemikian rupa sampai bos gua malu gaji gua segitu,” kata seorang teman yang sepanjang hidupnya karirnya melesat terus.

Nah, jikalau bos kamu *tidak* pintar dan tidak bisa melihat nilai kamu yang terus naik, maka tinggal hanya tunggu waktu 1) kamu keluar untuk mencari pekerjaan lain/usaha sendiri, atau 2) ada bos pintar lain di luar sana yang melihat kamu dan akhirnya kamu ditarik oleh dia.

Dua hal ini selalu, terus-menerus terjadi. Ingat-ingat aja teman-teman sekeliling kamu. Saya sendiri sudah melihat begitu banyak contoh orang keren yang bosnya o’on sehingga ya… mereka diajak cabut oleh bos-bos keren dan perusahaan-perusahaan keren.

Percayalah, di dunia ini yang namanya pekerjaan itu buanyak-buanyak-buanyak sekali. Ampun-ampunan dah. Sebagai pemimpin sebuah perusahaan yang sedang berkembang pesat, if I can find ten good-productive people right now, I will without hesitation hire them all.

Jikalau kamu betul-betul bagus, maka kamu tidak akan pernah kelaparan, karena dunia berebutan mau hire kamu.

Jadi, bekerja sebaik-baiknya, sekeren-kerennya, tanpa melihat bos dan gaji kamu, itu pasti selalu akan berakhir baik. Sekali lagi: Pasti.

Nah masalahnya nih 🙂

Masalahnya banyak orang merasa dia sudah bagus dan bernilai tinggi, tapi sebetulnya… pfffttttrrrr…. *suara balon kempes*

Sehingga ketika dia marah-marah dan ngedumel tentang tidak adilnya dunia… sebetulnya… errr…. dunia itu sebetulnya adil juga… because you, ummm, how to-put-it-lightly: suck like a black hole.

🙂

Makanya biar jelas: tanya rekan sekerja, bandingkan kualitas pekerjaan kamu dengan teman-teman seprofesi, minta masukan dari bos-bos hebat kamu dan sahabat-sahabat pintar kamu yang bisa ngomong blak-blakan.

Hanya dengan demikian, bukan hanya dengan perasaan, baru kamu bisa punya gambaran yang lebih akurat tentang nilai kamu.

Jangan-jangan selama ini kamu hanya hidup di dunia kamu sendiri.

If you’re in a bad place and you apparently suck, then I guess you’ll be there for a while. You deserved to be there, you and your bitching about your jackass boss and your small salary and your stupid company and your poisonous whispering in the dark corners of your office along with the other traffickers of self-pity. (I wonder: maybe your boss sucks because he has sucky people working under him. Just a thought.)

But if you’re in a bad place but you’re apparently really good, then cool. You’ll be outta this dump of an office in no time. Really-really soon.

You’ll soon give your resignation letter to the stupid, angry boss that never see it coming, and you’ll walk away smiling to a new chapter in your life.

So guys:

If your boss is a jerk and your salary is laughable: Just don’t think about it, keep on rocking harder, and your phone will soon ring.

Maybe even today.

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.
Name
Email *

144 thoughts on “Walaupun Bos Kamu Brengsek Dan Gaji Kamu Kecil

  1. Thank you for the article… Membuat jadi berpikir dan berkaca akan diri sendiri! It is really encourage to improve myself…..

  2. Thankyou buat tulisan ini..semakin menginspirasi saya dan membuat saya bertambah2 dlm mengerjakan sesuatu….Seperti utk God …dan membangun diri sendiri…Gbu

  3. Share yg bagus mr.edward…satu yg slalu saya tanamkan..bekerja dan berikan yg terbaik dimana kamu berada…karena hasil baik dan rejeki baik pasti akan ikut dan slalu ada buat kita.
    Apabila kita sdh memberikan yg terbaik dan yg kita dapat masih sedikit berarti kita masih kurang dan blm baik.

  4. That’s what I am doing since the first time I’ve worked. Learn from mistake and keep learning. Always keep in faith a better opportunity will ring me one day. Bible showed me all way to belief. Nothing to fear but fear itself.

  5. Exactly as i was thought, you are working for your self not for your boss nor your company. Do the best as you can, and give more..

  6. Agree.. first read this article i was laughing out loud and remember “Si brengsek”
    The title my future husband gave for his boss.. and i think it was damn right.. work as hard as u can.. stop thinking about boss n laughable salary of yours.. thank you ko Edward Suhadi for sharing this article.. motivational article..

  7. Hello, tp yg saya alami bhkn lbh pariah..boss org asing …kita sbgai staff diperlakukan sesuka hatinya dgn gaji dibwh 2jt …,pnya boss sperti ini dilindungi oleh org lokal yg jls2 dia merugikan negara Indonesia,byk kebohongan Dan kerakusan materi trjd dsni…saya gak maw cerita pnjg lebar. Blm byk bukti yg kuat atas kecurangan mereka dinegaraku ni Karna q maw mereka mempertggngjwbkn semuanya dipenjara Dan mengembalikan semua hak2 kami dr dlu.

  8. Hahhahahaha, kalo dikantor saya malah cenderung ga mau bayar mahal karyawannya. Padahal sudah banyak karyawan yg keren2, akhirnya mendapatkan tawaran langsung dr perusahaan yg notabene klien kantor. Kerennya mereka selaku nanjak, tp selalu ada alasan dr bos untk menaikkan standar kerja yg diinginkan dgn harapan karywan inisiatif resign

  9. Sangat masuk akal dan setuju.. Ini nyata.. Semoga bisa membuka cara pikir yg masih keliru.. Respon kita harus positif dulu..

  10. oh my god menyentak sekali tulisannya, so mind-blowing, gaya bahasa nya gue banget pula… ditunggu tulisan inspirasi berikutnya.. 🙂

  11. kayak ga semudah dan selancar itu… sekarang bisnis itu cr yang murah dan bagus!!!… dr ujung sampai akhir semua dipangkas alhasil juga gaji karyawan ikut terpangkas…

  12. tulisannya mengena sekali… selama ini membantu orang untuk terlepas dari keterpurukan, tp sebetulnya mindset mereka yg ternyata salah…. Hidup mereka adalah tanggung-jawab mereka sendiri…. yang harus sangat diterapkan… sy almost do all “bekerja sebaik-baiknya, sekeren-kerennya, tanpa melihat bos dan gaji, itu pasti selalu akan berakhir baik” and it works… inspiratif sekali tulisannya

  13. Saya suka banget pak sama tulisannya, hampir mirip dengan kondisi yang sedamg saya alami saat ini. Makanya waktu saya baca artikel ini saya langsung senyum22 sendiri mengingat kenapa hidup saya itu selalu ada saja selipan22 kecil gak diduga yang bisa bikin saya semangat dan optimis terus. Terimakasih sudah mau berbagi melalui artikel ini pak, semoga banyak orang disana yg “kena” juga oleh artikel ini seperti saya. Saya akan selalu optimis, karena saya juga selalu yakin pak, sesuatu yg dimulai dengan niat yang baik hasilnya akhirnya Inshaallah baik juga. Sekali lagi terimakasih sudah mau berbagi 😀 Semoga kita semua jadi bagian dari orang22 sukses!!

  14. Good idea….buat karyawan yang suka kerjanya pindah pindah karna merasa gak betah dengan gaji kecil.. cocok baca statemen ini

  15. Ada satu perlu ditambahkan, yaitu persepsi akan kualitas kerja. Contoh umum mungkin sbb:

    Seorang boss dengan sekian banyak pengalaman dan wawasannya, tingkat kepuasannya sudah berbeda. Jauh lebih tinggi. Sebut saja 100.

    Seorang karyawan, contoh ekstrim, anak fresh graduate yang kuliahnya suka bolos, mungkin dia dengan level 10 sudah merasa sudah kerja keras dan puas dengan kinerjanya.

    Nanti ada kalanya seorang tersebut merasa sudah puas, dan sudah merasa berusaha sebaik mungkin, tetapi kenyataannya masih jauh dari boss nya. Kemudian menuntun gaji yang tidak sepantasnya.

    Boss yang baik pasti mau mendidik, supaya tiap karyawannya maju. Tapi banyak karyawan sungkan dan tidak mau bertanya, hanya disimpan sendiri. Ujung-ujungnya mengundurkan diri.

    Saran saya, setiap Anda merasa puas dan mau menuntun gaji lebih tinggi, tanya saja ke boss Anda. Untuk bisa se-level itu, saya harus belajar apa, mampu apa, atau tanggung jawab macam apa.

    Kalau memang sudah terbukti bisa, tagih saja. Kalau tidak direstui, ya baru keluar pindah kerja 🙂

    1. Klo bos pengalamanya banyak itu dr sisi mana??? HRM jalan gak untuk meningkatkan SDM apa cuman nyuruh trus suruh cr jln keluar sendiri..dengan alasan karyawan d bayar untuk bekerja menyelesaikan???????????

  16. Thanks a lot for this motivating words.
    Thanks a lot for encouraging us “the studs peoples” and let ourself make a correction / adjustment to our life.
    Hope all peoples reads this and encourage themselves.
    Keep Rockin, Peoples. 🙂

  17. Itu yang selalu tertancap di benak saya. Always give the best,
    Tapi lebih bijaksana juga bila mencermati keadaan yang terjadi.

    What i learn, Berani lah untuk bertindak bila sesuatu hal yang tidak benar sedang terjadi.
    Don’t always give the best, because you think, someday you’ll get reward for your cause.

    it’s a business world, kamu lembek sedikit, kamu akan dimanfaatkan sehabis-habisnya.
    And yes, they don’t responsible for your future, they only just need your best, that’s all.

    and what i know now, waspada, always give the best tapi jangan terlena di situasi manapun.

  18. Depend on your company situation. Good is not enough, even the best employee also is not enough to has great career. Depend demand of company.

  19. Halo, kalau misalkan saya sangat ingin berusaha sebaik-baiknya saya bekerja, tapi ternyata saya ditempatkan di bagian yang saya tidak suka bagaimana ya? sudah berusaha memberikan yang terbaik, tapi selalu sulit karena saya saja tidak enjoy dengan yang saya kerjakan. bagaimana bs memberikan yang terbaik. apalagi di lirik oleh bos di tempat lain. ada saran?
    terima kasih

    1. Cari pekerjaan yg sesuai dengan kemampuan kamu dan di bidang kamu, kalau di situ menurut kamu tidak layak dan tidak bisa menunjukan hasil yang maksimal, lebih baik kamu cari pekerjaan yg sesuai dan bisa membuat diri kamu enjoy dan bekerja lebih baik.

  20. Baca tulisan ini, enak banget bacanya di ponsel, terus ngerasa ditampar berkali-kali. Iya, berkali-kali. Lagi-lagi tentang pola pikir. Ini hal terpenting dalam hidup.

  21. Very inspired!!
    Thnx alot,,opportunity 4 major changes without the need 2 feel xcluded because they are most foolish!!

  22. I have this tendency of trying to save-a-life and fix-thing. Membuat terhenyak. “Hidup mereka adalah tanggung jawab mereka sendiri”
    Gee…profound truth ya.

  23. Wow, pemikiran yg bagus sekali. Patut dibaca oleh lebih banyak orang, terutama yg suka demo2 n bikin macet, menuntut gaji gede, tp tdk diimbangi kinerja yg bagus

  24. Nah, Thanks sir, ini sekarang saya lagi ngalamin dan sekarang saya sedang mencoba, ya udah ikut karyawan biasa aja deh, percuma tahun kemarin aku kerja baik-baik , dan karyawan yang absen doang gajinya bisa 2x lipat dari gaji saya. Tapi setelah baca , musti ganti pola pikir deh.. *laugh, thanks , Thanks a lot !!

  25. “Jadi, bekerja sebaik-baiknya, sekeren-kerennya, tanpa melihat bos dan gaji kamu, itu pasti selalu akan berakhir baik”
    Kurang sepedapat, kita hanya bisa bekerja sebaik-baiknya, jika kondisi kita sehat baik jasmani maupun rohani, sulita rasanya kita bekerja secara maksimal jika bos kita bikin kita ” sakit”

  26. Bersyukur sekali saya dpt membaca artikel ini. Saya seorang karyawan swasta dan baru 1 semester bekerja, malah merasa sebaliknya. Justru saya memiliki bos yang baik dan gaji yang cukup, namun saya merasa kinerja saya kurang maksimal.

    Entah, mungkin saya masih belum menguasai betul tentang pekerjaannya atau memang saya belum punya chemistry dgn jobdesk nya. Justru ini membuat saya malu, kalau tidak bisa bekerja maksimal.

    Semoga setelah membaca ini membuat saya makin giat dalam bekerja. Demi memajukan perusahaan tmpat saya bekerja. Terima kasih nasehat nya 🙂

  27. Lain lagi sama kasus di tmpat krja kami. Si boss berusaha “mengkriminalisasikan” karyawan yg tidak disukai oleh simpanan si boss yg dimana simpanan si boss ini adalah bawahan dia juga di tmpat krja. Jd si boss ni bikin aturan dan keputusan supaya krywan nya bisa bikin kesalahan n mau gk mau sikaryawan mngundurkan diri krna dipaksa keadaan. Gtu la singkat ceritanya

  28. indeed… bersyukur ternyata masih banyak manusia yg logika nya jalan… already sharing your post, hope you won’t mind
    regards (^^)v

  29. ga sepenuhnya setuju, tapi sebagian besar setuju.
    pengalaman saya lewati sendiri, memang nomor 1 yang harus dilakukan (dan sudah saya lakukan) adalah reevaluate myself.
    pada saat itu, ketika karir berjalan stagnan, sering sekali saya merevaluasi performance diri sendiri dimana kesalahan diri saya, apakah performance saya sudah bagus? apakah kondisi perusahaan dimana saya kerja sedang dalam kondisi stabil? dan apakah boss (yg kebetulan adalah teman saya untuk jangka waktu yang sangat lama) sedang ada masalah?
    jika performance saya sudah bagus dengan nilai proyek yang masuk sudah fantastis, dan kondisi perusahaan yg sedang mengalami kesulitan juga sudah kita maklumi dan bersabar, lalu boss juga tidak ada masalah yang berarti, hanya ada 1 jalan yang bisa diambil, yaitu bersabar untuk sementara waktu.
    lalu jika waktu untuk bersabar sudah mencapai tahunan, tetapi kondisi tetap tidak membuahkan hasil, malahan si boss mulai mengalokasikan beberapa proyek yang berhasil saya garap kepada yg lain, dan komisi/bonus tahunan pun hasilnya tidak pernah sesuai dengan yang dijanjikan. jalan satu satunya yang harus saya ambil adalah keluar dari lingkungan kerja tersebut dan mencari peruntungan ditempat lain.
    waktu tetap berjalan, kita tidak semakin muda.. jika memang kita yakin kita punya kemampuan, sudah pasti mudah bagi kita untuk membuat proposal untuk usaha/kerja.
    tidak semua boss itu baik dan pengertian, ada juga yang menganggap loyalitas dan effort kita 120% adalah suatu hal yang biasa dan bahkan terkadang dianggap annoying oleh boss.
    lakukan evaluasi diri secepatnya, teliti keadaan perusahaan, dan telaah keadaan si boss. lalu bersabar untuk sementara waktu. jika memang sudah semua dilakukan, siapkan proposal meskipun anda hanya akan melamar pekerjaan di tempat lain, dan bersiaplah keluar dari belenggu mental yang anda buat sendiri di perusahaan tersebut.

  30. Ada betulnya..ada gx nya…kalo perusahaan ditempat saya..gx gtu keadaanya…boss nya emng suka suka aja mau naikin gaji…kalo lagi mood naik gaji yah naik aja….tapi da pasrah aja dah..soalnya syukur aja dapat kerja

  31. Menarik! Jarang sekali ada tulisan yang “memacu” karyawan untuk tetap bersemangat bekerja pada posisinya saat ini.

  32. Yaelah bro, orang mengeluh kok intinya malah suruh kerja kerja kerja. Buat orang2 waras yg masih yakin bahwa mengeluh itu manusia banget, tulisan ini ending2nya sama aja kayak rayuan sales #belanegara.

  33. Justru ini yg pengen gw blg buat temen2 gw… Kerjaan itu banyak tp byk jg bos2 yg mau liat skill u sampe dmn br kasi gaji brp, posisi gw di UK, kebanyakkan bos2 mau kasi trial buat pekerja2 (kaya percobaan, bos mau liat “kung fu” u sampe dmn) nah sedangkan pekerja mau tanya gaji brp, bisnis brp, kerjaannya hrs ngapain aja, sedangkan “kung fu” lu-lu org cuma sampe ikan lele tp mau belagu, ya pasti kena goreng (pecat)ama bos dlm waktu 1-2minggu, trus lu-lu pada blg bos ini begini bos itu begitu… Ga sadar bos kasi gaji jg bakal mau tau level u dmn… Sedangkan gaji rata2 mereka bakal kasi harga pasaran… Kl “kung fu” lu lbh bagus drpd kungfu panda, gaji pasti lbh tinggi dr pasaran… Kecuali emang bos u itu “tidak” pintar… Hahahaha cari aja kerjaan baru… Masi byk bos yg cari pekerja yg berpengalaman…. Peace mate…

  34. Membaca artikel ini saya sih cuma bertanya, penting ya tulisan kayak begini ditulis? Menurut saya hidup itu pilihan orang. Everything happens for reason.

    Saya tipe orang yang kalau bekerja tidak melihat gaji tidak melihat bos, tapi begitu waktu terbuang percuma dikasih janji janij palsu ya namanya orang butuh uang untuk menyambung hidup gak bego bego amat.

    Menurut saya tulisan seperti ini sangat sensitif karena again hidup itu pilihan.

    1. Pertanyaan anda : penting ya tulisan kayak begini ditulis??

      Menurut saya menulis atau tidak itu pilihan penulis. Everything happens for reason. 😀

  35. Maaf kak, bukan mau menyalahkan, tp ngga semua org yg namanya boss itu sebaik anda, seperduli anda. Anda naif kalau berfikir subjektif dari sebaik apa perlakuan anda kepada karyawan sehingga mereka mau menganggap perusahaan sebagai milik mereka dan bekerja sebaik2nya, apalagi dengan perlakuan yg disebut ‘brengsek’.

    Banyak bgt loh diluar sana teman2 saya yg udah kerja lama, sebaik mungkin, sesabar mungkin, tp kemudian diberhentikerjakan dengan alasan yg macam2. Intinya sih supaya perusahaan ngga perlu menaikkan gaji untuk loyalty mereka, tidak. Karena sekarang banyak pemuda2 yg diberkati dgn skill yg memuaskan, bahkan kalau mereka sendiri brengsek dan tukang “nilep” sekalipun, perusahaan juga makin memudah memecat mereka. Balik lg, karena diluar sana ada lautan pemilik skill2 ini yg mengemis pekerjaan.

    Saya bicara both sebagai boss dan sebagai pekerja, bahkan seorang karyawan yg telah bekerja 10 tahunpun bakal ‘nilep’ uang di setiap kesempatan yg ada, dan ngga mereka boro2 perduli perusahaan ini besok jadi apa, yg mereka tau: “saya sudah bekerja sesuai jam di perjanjian dan saya harus digaji karena itu.”
    Di pihak si boss, mereka berfikir “Saya sudah menggaji mereka, dan mereka harus menjalankan tugas mereka ngga perduli apapun halangannya”

    Saya punya teman seorang boss, baik hati, memperdulikan anak buahnya. Semua fasilitas diberikan. Dan anak buahnya yg dipercaya megang duit itu udah kerja selama puluhan tahun sama dia…. tp yah tau sendirilah kalo udah ngomongin duit… ada celah seribu dua ribu perakpun diembat.
    Saya juga punya seorang boss, yg ini yg model brengsek. Tenaga di porsir, uang makan pas2an, mottonya “Kalo kamu mau kerja sama saya ya terima, kalo ngga silahkan pergi.” dan seperti yg saya bilang diatas,
    Jadi balik lg ke orgnya, org sejujur apakah si bos dan si pekerja?

    Tp kalo saya liat lg tulisan anda kayanya situ butthurt ya?
    Udah bersikap baik pada pekerjanya tp ttp dibilang brengsek dan mereka ngga mau bekerja dgn baik atau meng- overatedkan diri mereka sendiri,
    atau jgn2 anda yg meng-pveratedkan diri anda sbg “bos yg baik dengan anak buah yg tidak mau berterima kasih”?

    Yg tidak bisa menghargai org lain itu sbnrnya mereka, atau anda?

  36. Nice sharing… jadi inget apa yg selalu gw tanam ke tim gw. “Kerja itu nilainya gampang. Besok lu jadi boss besar kira2 mau gak lu hire gw. Klo temen lu bilang mau berarti lu ud cukup bernilai.” Komen2 terakhir sepertinya bukti skeptisme masih ada ya. Orang mau kasi support buat kerja dgn optimis malah cerita di tempat gw gak gini lah gitu lah… hahahaha. ~ It’s easy to see the faults of others than our own.

    1. Setujuu! Saya heran dg pemikiran skeptis org2 skg, ini apa esensinya? Atau hanya mau eksistensi diri sebagai seorang yang kritis? Apalagi sampai beropini penting atau tidaknya tulisan ini di tulis. Ayo membaca dengan pikiran positif supaya sdm di negara ini juga maju dan menjadi lebih berilmu.

  37. Ga bener nih bray, lo liat orang orang tua di kantor lo yg pada jadi bos cuman nyuruh babunya gajinya 3x lipat lebih gede bray so lo mau jungkir balik kek mau Salto kek gaji lo naik paling berapa duit sementara gaji dia juga naik bray dan itu berdasarkan persentase ya bray jadi lo gabisa ngejar kemana mana lo tetep jadi babu mereka bray.

    1. pikiran standard jaman skrg. ga terpikir ya kalau sewaktu mereka muda mereka kerja keras? kalau kamu kerja keras dari skrg MUNGKIN pas kamu udah jadi senior bisa kayak mereka nyaman di meja kerja tinggal kasih arahan

      1. Pikiran standar jaman sekarang? Yang mana yang masa mudanya kerja keras? Itu jaman babe gua. Lu liat temen2 lu yang bonyokna kokay2, itu anak lulusan luar negeri ga tau mo kerja apa dibukain usaha aja. Usahanya ga jalan pun ga masalah tetep dibuka, yang penting mereka kerja dan punya prestise. Depan mata gua nih, temen2 gua kaya2.

  38. Setuju sama penulis! Percuma mengeluh sana sini, yang ada kita dapet image buruk. Tetep berikan yag terbaik dalam kondisi apapun karena dimana-mana yag namanya kerja sama orang ya pasti ada ga enaknya. Fokus bekerja bukan untuk bos tapi untuk perkembangan diri. And one more important stuff at work is a good communication. Prestasi tanpa komunikasi yang baik bakal percuma.

  39. Nice thought.
    But..hmm.. i have no idea, your thought fit to PNS also or not?
    Baru 2 tahun jadi PNS dan yeahhh I am in stuck

  40. Karena semua yang kamu lakukan lakukan lah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia 🙂
    *keepsupport

  41. Great article !!
    Totally agree with you.

    Selama masih di perusahaan ini, avoid negativity sambil look for the better one, jangan ngutuki periuk nasi mu sendiri.

    Begitu udah dapat tempat yg bisa menghargai your real value, the former company will see your real worth.

  42. Setuju banget.
    Kalau kamu ngga suka dengan apapun yang ada di perusahaan kamu, kamu sudah speak out loud untuk memperbaiki hal itu tapi tidak ada perubahan apapun karena alasan apapun dan kamu tidak bisa melakukan apa-apa, then get yourself outta there!
    Tapi kalau dalam pencarian pekerjaan baru kamu masih harus bekerja di tempat itu (again, karena alasan apapun), tetap berikan yang terbaik.
    Karena yang terbaik itu hasilnya akan kamu nikmati sooner or later, disini atau disana, dengan dia atau dengan yang lain…

  43. Setuju..dan kalo gak suka ama tempat kerja sekarang ya resign aja toh? Kalo emang bener udah jadi karyawan yg keren di tempat yang gak oke, pasti gak takut buat resign karna banyak perusahaan lain yg mau nerima orang keren. 🙂

  44. setuju sama penulis.. karyawan yang berkualitas pasti lbh memilih introspeksi diri daripada buang2 energi mengkritik dan mengeluh ttg atasannya. toh introspeksi diri sendiri tidak ada ruginya. anggap aja boss yang sulit itu untuk memperkaya pengalaman kita sebagai karyawan. setiap saya harus kerja sama atasan yang sulit dimengerti dan kurang fair saya selalu mikir selain dia banyak skali yang lebih parah, jadi saya pilih utk coba mengerti dia dan melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin.
    at the end of the day, our boss will have the last word. walaupun menurut kita kerjaan kita sdh baik, di mata dia belum tentu baik. ada alasan kenapa dia yang menjadi boss dan bukan saya.. tentunya dia lbh pintar dan berpengalaman.

  45. Wah, ternyata penulisnya beda sama yang post di Linkedin 🙂
    Saya komen juga deh di sini.

    Setuju banget!

    Kemarin saya dengar rekaman dari satu seminar tentang Dynamic Living, saya quote, “You have right now exactly what you want it to be!”
    “Situasi anda saat ini adalah tepat seperti yang anda inginkan!”
    Kalau situasi saat ini baik atau buruk, itu adalah hasil dari keputusan-keputusan kecil kita sejak 5 tahun yang lalu.

    Artinya bahwa, “I AM RESPONSIBLE”. Saya bertanggung jawab atas segala apa yang saya dapatkan saat ini.

    Kebanyakan dari kita hanya mencari kambing hitam untuk disalahkan, salah satunya bos yang katanya #jerk itu. Belum situasi jalan macet, situasi ekonomi yang makin sulit, harga dolar makin mahal, minyak turun dll.

    #Jleb banget kan?

    Berita baiknya, kalau ingin situasi saat ini berubah menjadi lebih baik, ubah keputusan-keputusan kecil mulai saat ini untuk mendapat hasilnya 5 tahun ke depan.
    Terima kasih ata tulisannya 🙂

  46. Great thoughts. Exactly what i told my office mates about working-salary ratio.

    And FWIW, i just walked out smiling from said sucky boss. 😉

  47. Well, artikel yang bagus, tepat sasaran walaupun agak sedikit kurang relevan. “Waiting for your phone rings, untuk beberapa orang sama kayak menunggu kedatangan Yesus kedua kali.
    Aku baca artikel ini juga : http://edwardsuhadi.com/2015/07/liburan-supaya-bisa-kerja-bukan-sebaliknya/, mas Edward sendiri bilang sejak dulu dia beruntung dapat pekerjaan yang dia cintai. Nggak semua orang seberuntung itu.
    Pertama, Persentasi lulusan dan lapangan pekerjaan sekarang udah timpang, dan banyak orang pintar DAN baik, justru berakhir jadi pegawai rendahan yang nggak dihargai sama sekali kemampuannya.
    Kedua, perusahaan punya cara hak untuk nggak mempromosikan karyawan yang bahkan sudah bertahun-tahun bekerja. Nggak dipromosikan berarti kesempatan untuk bekerja di posisi yang lebih tinggi di perusahaan lain semakin kecil, karena perusahaan lain biasanya mencari orang yang “experienced.” Dan sialnya, bukan tentang pengalaman yang sebenarnya, tapi berapa lama dia sudah jadi “expert” menurut CV nya. Dan ini bisa di cross check ke kantor sebelumnya.

    Kerja di perusahaan kecil seperti startup yang dulu dianggap remeh, justru sekarang makin banyak peminat. Kenapa? Karena di startup, ide dan kemampuan bekerja di dalam tim itu benar-benar dihargai. Berbeda dengan perusahaan besar, yang dengan gampang bisa nendang “expert” demi anak baru yang bisa digaji kecil.

    Great employee quits not because the work sucks, but because the boss sucks. Terus mas edward bilang (I wonder: maybe your boss sucks because he has sucky people working under him. Just a thought.). Boss dan leader justru sebagai role model, kalau justru memang anak buahnya yang nggak beres, ya mereka tinggal minta HR untuk review dan lay off.

    Sekali lagi, tulisan ini luar biasa. Hanya sedikit kurang relevan dengan kondisi di perusahaan atau korporasi besar. Kalau mas Edward, pernah nggak punya dilema, kerja dengan perusahaan yang sangat-sangat-sangat menyebalkan, tapi karena fee dan budgetnya menggiurkan, tetap dijalanin?

  48. Ada satu motto yang saya selalu pegang : ” Love your job, not your company, because you dont know when company stop loving you”

    Bahkan kalau perusahaannya prestisius dgn gaji memuaskan dan bos baik hati bisa sewaktu-waktu bangkrut dan dengan berat hati mem PHK karyawannya. Ini banyak terjadi di US waktu Resesi.

    Akhirnya ujung2nya loe hanya punya pengalaman kerja loe. Selama bekerja sudah berapa banyak pengalaman yang loe kumpulkan? sudah berapa banyak skill yang loe asah?

    yang selama ini kerjanya setengah-setengah, autopilot atau kacamata kuda pasti gelagapan saat harus menghadapi tantangan baru.

    Jadi kalau kerja jangan terlalu sering ogah mencoba mengambil tanggung jawab yang diluar jobdesk. Di analisa dulu, mungkin saja pekerjaan baru ini bisa memperkaya skill, merefresh otak, menjadi cerita bagus di CV maupun portofolio kamu.

  49. Mantap…..
    Tapi kalo mau jujur dalam agama (islam, arna itu yang saya anut)…kita sudah ditekankan”bekerja itu adalah ibadah”.jelas yang namany ibadah itu harus sungguh sungguh, tanpa di embel embelin gaji apalagi demi “bos”, bukankah sebelum bekerja kita sudah mebgadakan perjanjian?.jangan menilai munafik terhadap pandangan seperti itu……semua manusia membutuhkan uang tapi bukan dengan cara mengingkari perjanjian, ….

  50. Setuju dengan artikel ini karena hal ini sdh saya coba jalankan selama belasan tahun dan proven.

    Perkaya diri dg banyak knowledge dan skill dan berfikir out of the box serta berani menerima challenge adalah cara terbaik untuk survive.

    Satu hal penting tambahan adalah network, tanpa network yg luas dan bagus akan lebih lama kita terlihat bersinar terang benderang

  51. Tadinya, saya tidak pernah berpikir sejauh tulisan ini ketika mendengar nasihat bapak saya, “bekerjalah semaksimalnya, tak perlu dinilai uangnya, karena pada akhirnya nilainya akan mengikuti”..begitu nasihatnya, dan saya mencoba untuk melakukannya, dan benar dengan apa yang saya rasakan sekarang ini..dan tulisan ini semakin menegaskan nasihat beliau..

  52. Masih banyak budaya ‘pilih kasih’ menjamur di Indonesia. Anda naif kalau berfikir seseorang akan mudah nya di promot murni cuma berdasarkan performa kerja nya. Miris memang Pak tapi Saya sudah lihat banyak teman2 Saya yang pekerja keras dan berdedikasi cuma bisa gigit jari. Sebalik nya karyawan2 ‘tertentu’ yang pandai menjilat lebih di utamakan

  53. Working is just a part of our live that we’re living. Our work.., our contribution will make us who we are. Certainly we dont want others, whether its a stupid boss, a company or a small salary to determine what we want to be right..?

    So when we work truely from our highest intention.., to be the best that we can be to serve the highest purpose.., it is just a matter of time before Gods hand will reach you and put you to a higher place..

  54. Mostly true. Tapi anda terlalu naif. Hal ini hanya terjadi pada “the perfect world”. Begini adalah keadaan idealnya. But get real bro, the world’s not working with your idealism or anyone’s.

  55. saya setuju dengan kita membangun karir diri kita sendiri.
    jika tepat akan terus berkembang di tempat yang sama.
    kalau engga, pasti ada tempat yang lebih baik di luar sana.

  56. “if I can find ten good-productive people right now, I will without hesitation hire them all.”

    Serius nih Pak?

  57. mohon bantuannya saya ingin bekerja

    saya rajin, ulet, pekerja keras, terampil cakap, cepat dan dijamin memberikan kontribusi terbaik buat perusahaan.

    lulusan teknik kimia, pengalaman kerja dah 5 tahun.

    hub. wahyu wijanarko 08562981466
    email : wahyuwijanarko1984@yahoo.com
    CV nanti saya kirimkan via email

  58. I recently graduated from my uni and I’m kind of in the situation right now. feeling really blessed that I see this post from you. Thank you for slapping me with your words, that I gotta accept what I have and keep rocking what I can do the best.This is a very nice wake up call for me.

    Once again thank you. GBU

  59. Walk away smiling to a new chapter in life. Don’t suck like a black hole. Don’t like then move, like then move too. Forever like then stay! Find always better place. They’re don’t care! it’s a business world, you weak, be used forever! And yes, they don’t responsible for your future, they only just need your best, that’s all.

  60. Gini pak masalah saya si lumayan complicated. Saya sering bermasalah dengan yang namanya dokumentasi, orang2 menilai saya kerja nya bagus dan cerdas bahkan supervisor saya berkata demikian. Tapi perusahaan saya sangat concern dengan yg namanya dokentasi dan saya sering bermasalah dengan hal itu. Dan atasan supervisor saya menilai saya dari apa yang saya tulis bukan apa yang saya kerjakan. Jadi pada saat akhir masa kerja saya saya ditunda untuk permanen oleh beliau gara2 dokumen saya masih berantakan padahal sebetulnya sudah improve. Mohon pencerahannya apakah saya termasuk karyawan yang buruk atau tidak. Karena saya lelah bekerja dinilai dari apa yang saya tulis bukan apa yang saya kerjakan dan slalu ada pikiran buat pindah kerja tapi saya masih berfikir saya sudah bisa mengikuti flow kerjaan sayanyg sekarang. Fyi: atasan supervisor saya orangnya kasar, selalu mengungkit2 kesalahan, dan menilai orang hanya bertanya kepada supervisor dan senior saya bukan langsung dri rekan kerja saya

  61. Pingback: Little star's time
  62. mantaap saat nya kita harus memilki paradikma yg tepat dan bener ,agar kita dapat sukses menjadi berkat melalui pekerjaan yg kita kerjakan bahwa bekerja tdk berbicara hanya upah sebagai motivasi namun pekerjaan sebagai gaya hidup dan melayani seperti untuk orang tua dan Tuhan

  63. Mas Edward, sy boleh copy tulisan ini untuk terbit di Majalah PENA (pemberdayaan Perempuan dan Anak)? Majalah ini non profit produksi Badan Pemberdayaan Pem[uandan KB Sulteng dan dibagikan gratis.

  64. Damn true!
    Yang paling penting how to increase your own value..keep it up and wait until your phone ringing for next journey…:)

  65. Ini yang komen negatif di sini dan ngeluh-ngeluh di kantornya bla bla bla kenapa nggak resign aja? Takut nggak dapet kerjaan lagi? Bukannya poin di artikel ini adalah kalau emang performa kerja udah bagus nggak perlu khawatir ya?

  66. bener banget ini article penting kerja bener dulu nanti juga the phone will be ring soon even today Amin2x Yaa Robbal Alamin penting cari pengalaman dulu 🙂 thank for this artikel ada pencerahan ini 🙂

  67. I like the way you put it at the end. It’s really a positive way of thinking. and I also agree those who say bad things about the company, is better off put their resignation letter, because there is no way they can give their best performance for the company.

    Nice post!!

  68. ada bos pintar lain di luar sana yang melihat kamu dan akhirnya kamu ditarik oleh dia <<< baru kejadian seminggu kemarin. Bukan ane yang dipindahin, bos direct ane yang dipindahin dan ane dapet bos asik bgt… percayalah, bersabar dan lakuin yang terbaik, ternyata dua tingkat atasan diatas ane yang promosiin ane… nice thread gan …

  69. Saya selalu baca tulisan ini setiap kali ada masalah di kantor yang berhubungan dengan atasan dan penghasilan.
    so helpful.

  70. ya. apa yang saya kerjakan itu melebihi job desk saya. but im still grateful. aku bersyukur bisa menambah ilmu. namun tentunya ada batasnya bukan. saya memiliki batas waktu tertentu dimana bos saya malu menggaji saya “segini”. Jika sampai batas tersebut tidak juga ada kebijakan si bos yaudah im gonna walk out from this company. Sebab aku percaya byk pekerjaan menanti saya. Sabar ada batasnya toh.

  71. Pak Edwards, its just such a great inspire as well as reminder for many people out there who are struggling with these kind of matters/thoughts.

    Good reading. Semoga semua orang yang bekerja KEEP ON ROCKING until the process completed. 🙂

  72. manteb om tulisannya…smua orang pasti pernah ngalamin ketemu bos bego dan bos pinter gimana kitanya menghadapinya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *