Lucu membaca trending topic Twitter di minggu malam ini: “BESOK SENIN”.

Isinya ternyata gerutuan orang-orang yang benci sama si senin. Dimaki-maki terus dia.

Kemungkinan besar karena mereka tidak suka pekerjaan mereka. Apalagi bosnya.

Saya adalah salah satu dari sedikit orang-orang beruntung yang menyukai senin.

Mungkin karena saya suka sama pekerjaan saya.

Tapi tahu gak, ternyata, ‘suka sama pekerjaan’ itu sesuatu yang bisa dijelaskan.

Dan karena bisa dijelaskan, harusnya bisa dipelajari dan kemudian dilakukan dan dilatih supaya menjadi mahir.

Sehingga setiap orang yang sedang menantikan senin datang, bisa menyambutnya dengan lebih berbahagia.

Berikut adalah tips untuk kalian yang sudah jadi bos dan belum jadi bos, untuk jadi bos yang lebih baik mulai senin ini, atau untuk jadi bos yang baik di kemudian hari.

Yang pernah saya pelajari, dan menurut saya tepat sekali, adalah bahwa orang bekerja mencari 3 hal:

1. Kebebasan (Otonomy)

Orang mau mempunyai kemerdekaan ketika berkarya. Bukan diawasi terus-menerus dan disertai rasa was-was si bos. Mereka ingin diberi kepercayaan, dianggap becus oleh yang memberi tugas. Bahwa kalau dia ditugaskan sesuatu, bosnya memberi dia ruang, waktu dan lagi-lagi, kepercayaan.

Setiap orang mau, ketika bekerja, selain mendapatkan nafkah, mereka juga bisa mengaktualisasi diri, mengekspresikan talenta, membuat sesuatu yang benar-benar dikerjakan kedua tangan mereka sendiri.

Bos yang buruk adalah kebalikan semua ini: Tidak memberikan kepercayaan, menyuruh dengan berulang dan detail seperti menyuruh *maaf* orang tulalit, selalu was-was dan pada akhirnya merenggut pekerjaan anak buahnya yang sedang setengah jalan.

Tips untuk para bos: Membangun orang perlu kesabaran, dan mempercayai orang perlu pengorbanan. Jadikan jatah kesalahan anak buah sebagai bagian dari paket kepemimpinan yang baik.

2. Ruang untuk bertumbuh (Growth)

Orang mau bisa lebih pinter ketika bekerja. Bahwa tempat kerjanya tidak memperlakukan mereka hanya sebagai pegawai yang hanya perlu melakukan hal yang sama seperti kemarin, tapi sebagai murid-murid yang harus terus naik kelas. Bahwa ketika mereka masuk, mereka tidak mengerti cara melakukan A, membuat B, dan memimpin C, tapi kini mereka malah bisa menyusun D, mengawasi E, dan meluncurkan F. Dan mereka tahu kalau hari-hari esok penuh dengan kesempatan untuk belajar GHIJKLMNOPQdst. Seru abis.

Buat si bodoh, belajar hal baru adalah berat, memuakkan dan menjengkelkan. Tapi buat si pintar, belajar hal baru selalu mengisi jiwa, memuaskan dahaga, dan mengangkat semangat.

Bos yang buruk adalah mereka yang dengan segala upaya menjaga agar anak buah mereka ga pinter-pinter amat, biar bisa dibo’ongin terus kayak V.O.C. dulu gitu…

3. Penghargaan (Recognition)

Orang mau dihargai. Salah satu kebutuhan dasar yang sangat-sangat manusiawi. Ditepuk di pundak, dikirimi pesan pendek, dipuji di depan semua kolega (ini yang paling maknyus).

Bos yang buruk berpikir bahwa mengutarakan pujian, baik pribadi maupun di depan umum, adalah hal kuno dan canggung dan gak perlu.

Pak, bapak aja dipuji lobang idungnya kedip-kedip, apalagi kami orang-orang kecil ini pak…

Recognition bukan hanya pujian kosong dengan bahasa mengangkasa, tapi yang paling penting juga pemaklumatan ‘to recognize’ – (bahasa Indonesianya apa yang tepat ya? Apakah ‘untuk memberi tahu dunia’?) – bahwa sebuah pencapaian adalah karena keringat dan tanganmu *sambil menunjuk yang bertanggung-jawab*.

Daaan yang paling penting juga, recognition comes with cash and compensation. Gaji naik, pangkat melejit, bonus yang asyik. Karena dengan duid, kita berkata-kata dengan sejujur-jujurnya.

Bos yang buruk: Gak pernah naikin gaji untuk mereka yang sudah banyak berkontribusi, tapi yang paling buruk adalah bos-bos yang selalu berusaha mengambil penghargaan atas apa yang dikerjakan anak buahnya (Wow aku bisa lihat banyak sekali kepala mengangguk-angguk sambil berkata, “ITU BOS GUE TUH YANG ITU!”).

Ahhhh…. *menghela napas*

Bosses, ever wonder why people left and why they hate coming to work? Try these three things.

Belum Bosses: You’re not a big boss yet? Start with your two man team.

You’re at the bottom of the food chain? Start with the office boys and the security guards.

Working alone? Start with yourself. Lead yourself. Bisa dong.

Separuh waktu hidup kita kita habiskan untuk bekerja.

Mari kita jadikan bekerja sesuatu yang membahagiakan.

BESOK SENIN!

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

7 thoughts on “Buat Bos dan Belum Bos: Apa Yang Dicari Orang Dalam Sebuah Pekerjaan

  1. ” Buat si bodoh, belajar hal baru adalah berat, memuakkan dan menjengkelkan. Tapi buat si pintar, belajar hal baru selalu mengisi jiwa, memuaskan dahaga, dan mengangkat semangat ” ini keren banget Ko, gw baca sambil ngaca …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *