Ada cerita seru di Amerika sana, tentang janjinya Trump dan ternyata, sulitnya janji itu ditepati. 

Kalau kalian lihat major news outlets pagi ini, ada berita heboh dari Washington. Saya tentu tidak tahu detailsnya, tapi saya akan coba ceritakan yang saya tahu, jadi kalau meleset-meleset sedikit ya tolong jangan dibully ya 🙂

Obama dan partainya Democrats dalam pemerintahannya berhasil meloloskan Affordable Health Care Act (sering disebut Obamacare), sebuah sistem jaminan kesehatan baru yang menjamin lebih banyak warganya, lebih manusiawi, dan lebih murah. Sebuah kemenangan besar untuk mereka.

Trump dan partainya Republicans, benci banget sama Obamacare. Kenapa? Washington Post akan menjelaskannya dengan lebih baik dari saya di sini (intinya pajak buat orang kaya, yang kebanyakan Republicans, jadi mahal karena dipakai buat membiayai Obamacare). Atau mau baca lebih menyeluruh dari publikasi favorit saya The Economist di sini.

Bertahun-tahun dalam pemerintahan Obama, nafas para Republicans memburu kalau ngomongin Obamacare, tidak tahan mereka mau merevisi undang-undang ini.

Datanglah Trump.

“SAYA AKAN HANCURKAN OBAMACARE! PERCAYALAH! TRUMPCARE AKAN LEBIH BAGUS, LEBIH BAIK, LEBIH MURAH!”

Tepuk tangan membahana. Tangan-tangan terkepal ke atas. Kepala-kepala mengangguk-angguk. Senyum mekar merias wajah para Republicans. “Ini yang kita tunggu-tunggu…”

Ketika ditanya lawan kampanyenya, “Bagaimana caranya Pak?” – selalu dijawab, pokoknya bisa. Tidak pernah dijelaskan. “Something terrific, something great.” Selalu gitu doang jawabnya.

Para pendukung Trump pun yang walaupun selama ini bisa bertahan hidup karena mereka diikutsertakan dan diringankan oleh Obamacare, menunggu-nunggu Trumpcare dengan penuh harap. (Alasannya tau gak kenapa? Karena ada kata “Obama”nya. It’s true. Aneh ya? Hehehe… Pokoknya asal bukan Obama deh.)

Lalu Trump jadi presiden.

Trump dan teamnya sibuk rapat dan mau bikin draft undang-undang Trumpcare yang dijanjikan lebih bagus dan lebih baik.

Jadi nih, draftnya.

Dilihat oleh semua orang dengan mata berbinar-binar, seperti seorang kekasih yang sedang membuka amplop surat dari kekasihnya. Tak sabar dan penuh harapan.

Tapi kemudian, tepuk tangan berhenti, senyum pada copot jatuh ke lantai.

Jelek men.

Trumpcare akan lebih jelek, lebih mahal, dan akan meninggalkan 20 juta orang tanpa asuransi.

Kalau Democrats ga suka Trumpcare, ya wajar, wong partainya bersebrangan.

Tapi ini Republicans, partai pengusung Trump, juga kayak asem gitu mukanya, “Bweh. Apaan nih?” ketika melihat draft Trumpcare.

Mereka yang sebenci-bencinya akan kata “Obama” dalam Obamacare – dengan enggan juga mengakui bahwa Trumpcare akan mematikan mereka, karena mereka tidak akan ditanggung oleh kebijakan baru ini, dan mereka tidak akan sanggup membayar kemoterapi dan cuci darah mereka sendiri.

Pagi ini, Republicans Paul Ryan bilang kalau mereka menarik usaha untuk merevisi Obamacare. “Ga ada yang suka sama draft yang dibuat Trump. Kalau nanti dimajuin juga, pasti kalah untuk jadi undang-undang. Jadi sampai waktu yang tidak ditentukan, kita masih akan pakai Obamacare.”

Mukanya cemberut.

Apalagi Trump.

Itulah kira-kira, dengan penyerdehanaan yang sangat, sebab kehebohan pagi ini di negara Ameriki.

Belajarlah beberapa hal dari berita ini wahai teman-temanku.

Berjanji dan merencanakan, sangat berbeda dengan mewujudkan dan membuat jalan. Bulan-bulan awal tahun ini penuh dengan berita bahwa Trump dan teamnya kebingungan gimana caranya buat Obamacare jadi ‘lebih baik’.

Dilihat dari coretan-coretan, rencana dan gagasan di kepala, tentu banyak sekali cara memperbaiki Obamacare. Pasti dia banyak sekali kekurangannya dan tidak sempurna.

Tapi jangankan diwujudkan dan dibuat berjalan. Untuk dituangkan ke sebuah draft revisi undang-undang di atas kertas aja tidak bisa.

Sepertinya Obama dan teamnya sudah mati-matian buat versi ‘paling tidak jelek’ deh waktu itu.

Walau tidak sempurna, keadaan di lapangan, kemungkinan pelaksanaan, kemampuan memimpin, pengalaman administratif, kepentingan rumit timpang tindih berbagai pihak yang mau tidak mau akan selalu ada, membuat sadar bahwa ternyata Obamacare adalah solusi terbaik untuk saat ini, bahkan untuk Republicans, bahkan untuk para pendukung Trump.


Inginnya kuteriakkan dari atap-atap rumah:

Janji akan jadi barang yang paling murah selama kampanye.

Sama kayak duren di Sumatra yang bisa cuma goceng kalau lagi musimnya.

“Duren tu kami pakai buat ganjal pintu wad…” kelakar seorang teman dari Jambi.

🙂

Janji Mas Anies banyak, sebanyak kekurangan pelaksanaan Pak Ahok.

Selintas pikir dan nalar sepertinya dua hal ini klop.

Selintas.

Yang sering terlupa, adalah sepotong cerita seperti di negara Ameriki pagi ini.

– – – – – –
Edward Suhadi adalah bagian dari Ceritera, sebuah storytelling agency yang membuat video dan cerita untuk brand Anda.

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.
Name
Email *

11 thoughts on “Mengucapkan Janji Tidak Semudah Membuatnya Ditepati

  1. Haiyaaaa….lu olang kok nyamain Anies sama Trump? Beda lahhh…

    Janji Ahok yang diingkari :
    1. Penggusuran. Awalnya mau geser di bukit duri, akhirnya jadi gusur.

    2. 6 Ruas Tol Dalkot. Awalnya menolak, skrg mau dibangun.

    3. Transportasi. KWK nya katanya mau dihapus bahkan sampai dimaki2, skrg gara2 liat OK OTRIP malah jadi niru dgn bikin kerjasama dgn Transjakarta.

    4. Sekarang apa janjinya Anies yg ga ditepati?

    1. Intinya ngomong memang gampang..ngerjainnya yg sulit. Karena ada begitu banyak variabel yang harus di perhatikan dan terlalu banyak kepentingan di masyarakat.

      Jadi janji pilkada kemungkinan besar hanya tersisa janji…
      Bisa jadi security clearance pak gubernur belum sampe disitu

      Ambil contoh:
      Reklamasi, jaman2 dulu mah ga pernah di jadiin bahan “gorengan”.
      Begitu sudah menjabat, barulah lebih bisa melihat “bird eye view”

      Begitu juga ruas jalan non tol..selama pemerintah pusat memberikan ijin produksi dan penjualan mobil murah, selama itu pula jalanan jakarta akan muacet…
      Yang paling bisa dilakukan ya ruas jalan non tol.

      Penggusuran harus dilakukan..apa iya akibat 2000 orang, harus mengorbankan jutaan lainnya. Persis dengan demo damai 212 , 112, 001, 008 apalah itu.
      Kelakuan ribuan orang, merugikan jutaan warga jakarta, lebih lucu lagi stlh di selidiki. Yg demo damai itu malah dateng dr luar jakarta.
      Monggo dateng ke tiap demo, kebetulan saya harus lewat utk ngantor. Silahkan liat dr bus sampai mobil pribadi, menempelkan dari daerh asal manakah mereka.

    2. 1. Gusur ama geser mah….cuma maen kata kata aja.
      2. Lah, bagus dong.
      3. Ah, sapa bilang. Uda peraturan dari 2012 arus integrasi, tapi kwknya ga mau, soalnya kwknya mao ngetem sembarangan. Jangan plintir fakta lah
      4. Indonesia mengajar, tenun bangsa, janji mao kampanye positif dilanggar, reklamasi tadinya bilang iya taunya batal gara2 tommy, jakarta bersyariah bikin janji tapi pura2 ga tau. Ini gue masi lon omong urusan dimana dia ke jerman bersama 100 orang 3 ari abisin duit sama dengan raja salman liburan di indonesia seminggu bersama 1500 orang….

  2. Koreksi dikit Ward. Yang diusung Obama dan dikenal sebagai “Obamacare” itu adalah “Affordable Care Act” (ACA). (https://www.congress.gov/bill/111th-congress/house-bill/3590)
    Sementara bill/RUU yang diusung oleh DPR Republikan (dengan ketua DPR Paul Ryan) adalah “Affordable health care act” (AHCA), yang sebelumnya malah disebut “world greatest healthcare act” (No, I’m not kidding, the GOP really named the bill like that 😂 ) (https://www.congress.gov/bill/115th-congress/house-bill/1275/text)

    Tambahan lagi. Selain mengganti ACA, Trump berjanji dalam 100 hari pemerintahannya untuk:

    – Mendirikan tembok antara AS dan Meksiko — Belum ada tanda2
    – Mendeportasi 11 juta imigran ilegal dari AS — Belum ada tanda2
    – Mencegah orang Muslim masuk ke AS — 2x Perpres (executive order) dimentahkan di Pengadilan

  3. Tulisan bagus.
    Tapi sayangnya pendukung dan voter anies dukung anies bukan karena integritas anies, bukan karena janji anies yang mewah.
    Andai besok anies dengan sengaja matiin 10 anak kecil di jalan juga ga bakal turun tuh yang vote buat anies. Orang sekarang nipu nipu ketauan aja malah makin didukung.
    Semua tergantung dari 17% pendukung agus yang setia sampe akir ga ikut loncat ke gerbong anies pas puteran 1. Dari analisa lapangan saya: 8.5% bakal ke anies, 4.25% ke ahol, sisanya golput = ahok kalah, kalau keadaan ini tidak berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *