Di hari ulang tahun saya yang ke-38 ini, saya mau bicara sedikit tentang sukses. 

Soalnya saya sering denger perkataan seperti, “Wuih, Edward udah sukses ya sekarang,” atau, “Wah, makin sukses aja nih lo Ward.”

Atau ucapan-ucapan di hari ulang tahun, “Semoga makin sukses ya, Ward…”

Semuanya baik dan semuanya doa, dan saya ucapkan terima kasih *hormat* Makasih ya 🙂

Nah, serunya definisi sukses buat banyak orang berbeda. Sukses di kepala kamu dan sukses di kepala dia dan sukses di kepala saya, semuanya pasti berbeda.

Ijinkan saya bicara sedikit tentang sukses versi saya.

Siapa tahu bisa memperkaya pemahaman kamu tentang sukses.

Dan juga sekalian sebagai catatan pengingat untuk saya.

(Saya sering baca ulang tulisan saya sendiri lho. Pedang bermata dua.)

Bertahun lampau saya baca di sebuah buku, bahwa hidup yang sukses itu menghidupi tiga hal.

Mengetahui tujuan hidupnya (knowing your purpose), mengembangkan diri sebaik-baiknya (growing to your full potential), dan menabur benih untuk kebaikan orang lain (sowing seeds that benefit others).

Saya pegang tiga hal ini sejak saat itu.

 

1. Knowing your purpose

Mengetahui tujuan kamu hidup membuat segalanya berbeda.

Ada energi, dorongan, kemampuan bertahan dan berjuang ketika tantangan hidup tidak habis-habisnya datang silih berganti.

Seperti orang yang berjalan dalam rintangan, ketika tahu ada tempat yang harus dituju membuat langkah semakin kuat dan mantap.

Saya percaya kitalah yang harus membuat tujuan hidup kita sendiri, dan tujuan hidup itu bukan sesuatu yang harus kita cari.

You make your purpose, you don’t discover it. There’s a big difference.

Jangan selalu membayang-bayangkan bahwa tujuan hidup itu seperti sebuah kotak yang tersembunyi rapih di sebuah gudang yang besaaar sekali dan kamu harus menghabiskan hidupmu mencari-cari di semua lorong dan semua rak untuk si kotak yang akan memberitahumu ke mana kamu harus pergi.

Saya melihat banyak sekali orang-orang yang hidupnya habis karena dipakai untuk bertanya-tanya di mana kotak itu dan kenapa mereka tidak kunjung menemukannya. Mereka depresi, sedih, merasa tidak berguna dan merasa gagal dalam hidupnya.

Purpose/calling menurut saya seperti sebuah lemari IKEA.

Kita lahir dengan semua komponennya: Bakat dan talenta kita, koneksi dan pertemanan keluarga, tempat dan waktu dilahirkan, kesempatan-kesempatan yang muncul, orang-orang yang jalan hidupnya bersinggungan dengan kita, dan rasa berdesir di tengkuk ketika melihat atau mengerjakan sesuatu.

Komponen ada dan disediakan, tapi tangan ini yang harus membuatnya.

I say it again. You make it, you don’t discover it. Big difference.

You make your ikigai.

 

2. Growing to your full potential

Definisi pernyataan ini banyak, tapi buat saya sederhana: Hidup itu harus belajar.

Kemarin ga bisa, hari ini belajar, besok udah bisa. Lalu terus berlatih sehingga semakin bisa, semakin mahir, dan semakin bijak.

Terusss begitu.

Ingat ga sih rasanya belajar sesuatu? Buat saya rasanya selalu deg-degan, mata terbelalak, kuping dibuka lebar, otak dipaksa untuk mengingat dan mengerti.

“Begitu banyak yang (ternyata) saya tidak tahu.” Betapa bodohnya saya.

“Sehingga begitu banyak yang (untungnya) saya bisa pelajari.” Betapa masih bisa jadi lebih baiknya saya.

Perasaan ini, buat saya, selalu membangkitkan semangat.

Jadikan belajar itu sebagai sebuah kesukaan dalam hidup. Read books, take classes, seek mentors, find critiques, and train tirelessly.

Grow, grow, grow.

Dalam terus belajar dan mengembangkan potensi diri kamu, hidup kamu akan melelahkan, tapi kamu akan tidur pulas di akhir setiap hari.

 

3. Sowing seeds to benefit others

Hidup tidak akan pernah lengkap jika dijalani sendirian, dan sukses akan kosong jika kita sampai di atas sana dewekan bae.

Kopong rek. Kempot.

Karena itu, sukses yang sejati itu menabur benih-benih untuk orang lain.

Ketika kamu bisa, ajari yang belum. Ketika kamu punya, berikan ke yang butuh. Ketika kamu di atas, ulurkan tangan ke yang di bawah.

Kadang memang tentang uang, tapi seringkali menabur ini tentang membangun orang. Menabur waktu, kesabaran, perhatian, perasaan.

Menabur benih tidak selalu akan melihatnya tumbuh. Seringkali bahkan tiada ucapan terima kasih, seringkali mereka tidak sadar bahwa kita sudah menaruh hal yang baik untuk mereka.

Tidak apa-apa.

Tugas kita memang menabur. Kalau bisa memetik itu cuma bonus. Buat sukacitamu karena yang pertama, bukan yang kedua.

Jikalau kita rajin menabur ke sana dan kemari, nanti ketika panen tiba, terlepas dari siapa yang memetik, hati ini akan bahagia rasanya. Patut dicoba.

Menabur yang baik dengan cara yang benar dan niat yang tulus, juga akan selalu membuat hubungan-hubungan yang kuat dan dalam kepada mereka yang kamu berikan waktu, kesabaran, perhatian dan perasaan tadi. Dan banyak yang berkata hubungan-hubungan yang kuat dan dalam adalah bagian yang terpenting di akhir hidup kita nanti.

Setiap dengar kata sukses, ketiga hal ini yang muncul di kepala saya.

Mungkin definisi sukses yang lain: Uang, pake hape keren, mobil tongkrongan, kuasa, jabatan, atau hal-hal fantasis lainnya, menurut saya hanya efek samping dari melakukan hal-hal yang benar. A by-product of a process done right.

Definisi sukses yang masih seputar uang, hape, menurut saya, maaf, itu sukses yang masih dangkal.

Karena tidak ada uang dan kekuasaan yang akan mengobati hidup yang ga tau hidup mau ngapain (no purpose), setiap hari cuma begini-begini aja (stopped learning), dan setiap hari dan setiap saat cuma mikirin dirinya sendiri (never share anything and care about anyone).

Nulisnya aja dah miris hati ini. Emoh aku.

Terima kasih buat semua ucapan sukses kalian ke saya.

Seperti saya tulis di ulang tahun saya tahun lalu:

Few men have so many of their dreams came true. I could not ask for anything more.”

It’s true. I wouldn’t ask for anything more.

Well, a white iPhone X wouldn’t hurt.

Dangkal be damned.


*Edward Suhadi adalah creative director Ceritera, sebuah communication agency + production house di Jakarta. 

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

9 thoughts on “Sukses Yang Saya Kejar

  1. Happy Birthday Ko Edward
    Wishing you a wonderful year of good health, happiness and success !

    Tetap jadi inspirasi dan dinantikan tulisan-tulisan berikutnya Ko.

  2. Ko Edward, reading your blog always leave me speechless! Hoping learn and learn more from you. 🙂

    Belated Happy Birthday Ko Edward, God bless you always!

  3. Happy Belated Koh Edward, semoga semakin sukses ( even without white iPhone X 😜).
    Dari tulisan ‘train of life’ selalu speechless bacanya but in positive way. Terima kasih untuk berbagi resep, inspirasi dan motivasinya.
    Tiup lilinnya! 🎂

  4. ward . nanya dong bukunya judulnya apa sepertinya menarik… mau baca dong

    btw, happy birthday ya panjang umur sehat sukaes selalu… amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *