Saya ingat betul kok pertama kali ‘heran’ dengan nama “Ahok”.

Tulisan ini adalah tulisan keduaย dari seri #7HariTulisanBuatYangGaSukaAhok – sedikit sumbangsih saya untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi Jakarta. Saya percaya semua orang, apalagi anak muda, harus peduli politik. Karena konsekuensinya tidak terelakkan akan dirasakan oleh semua orang. Saya bukan orang dalam, saya tidak dibayar, hanya orang biasa yang menyuarakan pendapat saya. Jikalau kamu masih bingung memilih siapa di Pilkada Jakarta 2017 dan mau membaca tulisan lain di seri ini, klik di sini.

Dari sebuah tautan, saya membaca berita tentang seorang anggota DPR yang memposting semua jadwal dan laporan pengeluaran dia di internet.

http://ahok.org’ alamat websitenya.

Ingat ini 2009. SBY baru dilantik kedua kalinya. ‘Poker Face’nya Lady Gaga lagi jadi hits. Belum era perubahan, era partisipasi, era transparansi, belum ada yg dengar nama Jokowi, semua masih adem ayem, business as usual.

“Ini orang gila,” gumam saya sambil scroll website sederhana itu, melihat jadwal kegiatan dan angka-angka penginapan biaya makan minum dia. Selalu diupdate, bukan hanya website abal-abal situs pemerintahan jaman itu yang cuma kedip-kedip dengan warna-warna yang bikin sakit mata.

“Si geblek cina lagi.” Geleng-geleng saya. “Cari perkara ni si Ahok. Mungkin memang dia orang gila.”

8 tahun lalu, di jaman kata-kata ‘wakil rakyat’ dan ‘DPR’ dan ‘orang pemerintahan’ itu masih identik dengan orang-orang yang melakukan korupsi berjemaah, orang-orang yang tidak hadir entah kemana waktu rapat paripurna, dan orang-orang yang kaga mau ngantri kalau check-in pesawat, membaca ahok.org bener-bener seperti membaca website orang gila.

Saya ingat betul, di dalamnya tercatat jelas ke mana dia pergi, berapa lama, bayar hotelnya berapa, bayar makannya berapa. Agenda-agenda pekerjaan atau kunjungan dia juga jelas tercatat, dan artikel-artikel bahasan tentang pemerintahan dan kebijakan publik juga ditulis dengan bahasa sehari-hari yang lugas, yang jelas ditulis dengan niat untuk dimengerti oleh orang awam.

Saya juga ingat bahwa saya bergumam di dalam hati, “Ini baru namanya pejabat publik.” Dibayar oleh publik, dan melaporkan pekerjaannya ke publik. Kepinginnya sih semua pejabat yang makan minum dari uang pajak yang saya peroleh dengan kerja keras juga melakukan hal yang sama ๐Ÿ™‚

Kalau dipikir nalar, memang cuma (lagi-lagi) pejabat gila yang pasang kamera di setiap rapat-rapat kerjanya. Ingatkah kita bahwa dulu kita terheran-heran ketika ada video-video rapat yang terus-menerus diupload di YouTube dengan logo pemerintah daerah DKI?

“Hanya pejabat yang tidak punya agenda tersembunyi yang mau setiap rapatnya bisa ditonton oleh publik,” pikir saya. It’s the only thing that makes sense.

Memang dengan semua video itu, kelemahan dan kekurangan dia diperlihatkan ke seluruh dunia.

Ketika menulis ini saya juga baru sadar: Semua cuplikan video-video yang saat ini dipakai oleh lawannya untuk menjatuhkan dia, dibuat ada oleh dia sendiri ๐Ÿ™‚

(Lagi-lagi) orang gila.

Tapi melihat gelombang perubahan yang terjadi sekarang dan betapa perbaikan-perbaikan yang kita kira mustahil sedang terjadi di Jakarta, ternyata saya harus meralat kata-kata saya.

Dia bukan orang gila.

Ternyata dia hanya seseorang yang percaya, bahwa untuk memimpin sekelompok orang menjadi jujur, seorang pemimpin harus memberikan teladan yang gamblang.

“Jika kepalanya lurus, ke bawah tidak akan berani bengkok,” sering dia utarakan.

Ternyata dia hanya percaya, bahwa untuk mengubah orang-orang kotor yang berkuasa, dia harus jadi orang bersih yang lebih berkuasa di atas mereka.

“Gua mah enak jadi pengusaha, ongkang-ongkang kaki. Tapi tau ga kenapa gua mau maju jadi pejabat? Karena ketika gua jadi pengusaha, gua eneg dikadalin dan diperes terus sama pejabat-pejabat brengsek,” dia sering bilang juga.

Ternyata dia hanya percaya, bahwa dengan menjadi pejabat, dia bisa membuat peraturan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

“Sekaya-kayanya gua, kalau nyumbang orang pake duit gua sendiri, gua kuat berapa sih? Tapi kalau jadi pejabat, duitnya banyak tidak terbatas. Yang ditolong bisa jauh lebih banyak,” itu juga sering dia utarakan.

Dan ternyata dia hanya percaya, walaupun ada pilihan untuk menghindar, tapi untuk bisa benar-benar memperlihatkan yang baik, yang buruk juga harus kena sorotan kamera.

Kalau dipikir-pikir lagi, kayaknya bener deh dia orang gila.

Paling tidak ‘gila’ menurut kutipan yang saya sangat suka dari George Bernard Shaw (seorang penulis):

โ€œThe reasonable man adapts himself to the world: the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.โ€

yang artinya:

“Seseorang yang masuk akal akan merubah dirinya untuk jadi sama dengan dunia: sedangkan seseorang yang tidak masuk akal akan dengan keras kepala merubah dunia untuk jadi sama dengan dirinya. Oleh karena itu, semua kemajuan dunia bergantung pada orang-orang yang tidak masuk akal.”

Kayak gue dah bilang dari tadi:

Gila lu, Hok.

——–

*PENTING: Sertakan link http://gasukaahok.comย jika kalian share this post, baik di FB maupun di Twitter – supaya mereka yang mau membaca tuntas bisa mengikuti post-post lain.

Menikmati tulisan ini? Dengan berlangganan, kamu akan dapat notifikasi jika ada tulisan-tulisan baru.

28 thoughts on “Ahok Orang Gila

  1. Hal kek ginilah yang bikin gua jatuh cinta sama orang macem Jokowi dan Ahok: mereka emang konsisten. Mulai dari ketika mereka masih di daerah, sampe jadi bahan sorotan tetep konsisten sama prinsipnya.

  2. Setuju bgt !
    Apalagi tulisan โ€œSi geblek cina lagi.โ€
    Memangnya kenapa kalo cina?Apa WNI ket Tionghoa ga boleh cinta negara ini?Dari kecil cita-cita ingin jadi hakim ,tapi ortu ngomong “percuma deh”.Kenapa?Ahok adalah contoh bukti nyata jawabannya.
    Apapun juga selalu dipersalahkan,kebaikan ditutupi diganti fitnah.

    Harapan saya,moga2 dgn kasus Ahok ini,ke dpn nya Bhineka Tunggal Ika semakin nyata,bukan hanya slogan,suatu saat nanti WNI ket Tionghoa yg memang cinta negara boleh difasilitasi untuk memajukan negara Indonesia tercinta ini.

  3. โค๏ธPak Ahok ,Saya sangat mencintai Indonesia tapi apadaya Saya tdk lagi tingal Di Negara tercintai ini jadi Saya tdk bisa membantu memilih tapi saya mendukung segala yg Bpk Ahok program itu sang at bagus sekali. Semenjak Bpk jokowi dan Bpk Ahok terpilih segala Sudut Kota Jakarta meningkat perubahan besar terutama kebersihan dan keadaaan bisa menikmati perobatan yg bisa dimanfat oleh oleh rakyat kecil Semoga Bpk Ahok terplilih lagi ๐Ÿ™๐Ÿผ.

  4. di Jakarta saat ini yg sangat diperlukan terutama kejujuran dari seorang pemimpin, cuma ada di pak AHOK, yg lainnya masih burem.
    Selain itu juga APBD pro rakyat miskin, cuma ada di pak AHOK juga, yg lainnya masih burem cuma janji2 gombal, ujung2 nya cuma masuk kantong sendiri atau bancaan partai…amit2
    orang cerdas tentunya pasti coblos no.2 jgn sampe salah pilih, nanti menyesalnya 5 tahun lho….

  5. Tolong dong pakk Edward….’bilangin pak Ahok…buruan masuk kerja lagi !! Jakarta udah mulai ‘berantakan nihhh….lama lama bisa hancur kaya dulu lagiiii……cape deeehhh…!! Makasih….

  6. Tulisannya mantaps neh.Lanjutkan menulis artikel2 yg bisa membangun dan menginspirasi banyak orang.Bukan kata2 atau tulisan2 negatif,tp hal2 positif harus lebih banyak utk membawa perubahan di kota dan bangsa sendiri.Maju terus Bpk.Basuki T. Purnama.Bangsa ini perlu orang2 yg hidupnya benar dan tulus seperti bapak.Keep on shining:)

  7. Saya nge-fans sama Pak Ahok. Salah satunya karena merasa terwakili dengan gaya maki-makinya itu, khusus ditujukan ke tikus-tikus koruptor tentu. Sekian tahun kerja bareng dengan banyak orang dari berbagai institusi pemerintah memang perlu stok sabar yang banyak apalagi yang bermental ujung-ujungnya duit. Sudah hapal dengan gaya akting mereka yang ketahuan tiketnya bodong, misalnya. Serta sekian banyak akting-akting lainnya, bikin muak memang. So, I feel you, Pak! Maju terus pantang mundur, tetap semangat memberantas maling duit negara. Terima kasih atas tulisannya, Ko Ed. Sungguh menginspirasi๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  8. Ssya sangat mendukung tulisan ini. Bagus & menarik tulisannya. Angkat jempol untuk pak Ahok & semangat terus, pak….๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  9. ketika bs belajar dr kehidupan orang lain dan bukan hanya perkataannya ๐Ÿ˜‚
    pak Ahok ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘
    n keren ka edward ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

  10. dasar Ahok orang Gila Dan sinting, mending mundur Aja daripada lu bonyok.. gue heran kenapa lu nanggung semua yg mungkin bisa buat lu mampus, padahal tinggal mundur biar aman Dan selamat. lu tau GA Kalo gue benci lu di apa apain AMA Mereka yg ‘gue juga bingung salah lu apa? koq benci amat AMA lu?’ tapi sekarang gue belajar, lu sayang AMA Negara ini Dan lu GA rela sekelompok org jadiin Negara ini sebagai perusahaan pribadi mereka.. lu inget yah! gue tunggu foto lu Di kertas pemilihan presiden dan wakil presiden nanti supaya gue bisa tusuk bola Mata lu pake paku.. geram banget gue.. soalnya Kalo sekarang gue GA bisa melampiaskannya, gue bukan org dki… awas Kalo foto lu timbul yah.. pasti gue tusuk Di Mata lu pake paku!! ampe bolong pokoknya.. dasar Gila!!!!!

  11. asik ahok g jd gubernur DKI kenapa saya senang? bukan karna saya g suka sama beliau justru saya senang sama pak ahok dan sangat suka sama pak ahok.yg saya senangkan saya pengen liat, jakarta lima tahun kedepan seperti apa jika pak ahok tidak menjabat jd gubernur dki lg. gw g mau ngomong seperti apa kedepan nya si jaarta ini. tp kita sama2 liat yaaa kawan2. jika bs memilih gw lebih suka 5 pulau di indonesia ini kalau bs masing2 merdeka aja. jd pisah2 aja. kan keren tuhhh. g ada org2 radikal mengatas namakan seluruh umat dr sabang sampai merauke koar2.saran buat pak ahok. jgn menyerah dan berjuang terus lawa. koruptor. g usah incar gubernur. langsung pilpres aja. dah muak liat pemimpin yg berkedok agama tp korup. dan gw menilai sebagian org dki jakarta org TOLOL. qkwkwkk

  12. Ayo dukung AHOK tetap tabah dalam menjalani proses hukumnya , semoga setelah keluar dari penjara beliau bisa mencalonkan diri menjadi Presiden Negeri Tercinta negeri kita ini . Amin. โ˜บ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *